
Generasi muda Indonesia menghadapi tantangan serius.
Diharapkan jadi generasi emas, tapi data menunjukkan situasi cemas: hampir 10 juta pemuda menganggur dan tidak terdidik.
Situasi kalangan muda makin terjepit ekonomi yang stagnan, yang berdampak sempitnya lapangan kerja baru dan minimnya wirausaha muda.
Di sisi lain, ada kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital menjelang 2030.
Jangan sampai bonus demografi berubah menjadi bencana demografi, tapi bagaimana caranya?
Simak dokumen ringkasan diskusi Ruang Gagasan yang diselenggarakan sejak Februari hingga Oktober 2024 dan kami rangkum dalam buku “Suara-Suara Generasi Muda untuk Bangsa”, yang dapat diakses melalui link pada bio Instagram