Indonesia memiliki potensi besar dalam pembangunan ekonomi melalui kontribusi generasi muda, dengan 66,9 juta penduduk berusia 15-29 tahun atau sekitar 24,04% dari total populasi (BPS, 2024). Bonus Demografi yang diproyeksikan berlangsung pada periode 2020-2035, dimana proporsi usia produktif akan mencapai 64% dari total populasi, memberikan peluang strategis bagi percepatan pembangunan ekonomi. Dengan lebih dari 191 juta orang berada dalam usia produktif, mayoritas berasal dari Generasi Z, Indonesia memerlukan peningkatan keterampilan dan pendidikan, terutama dalam menghadapi kebutuhan akan 9 juta talenta digital menjelang 2030 .
Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti stagnasi ekonomi, rendahnya penciptaan lapangan kerja, minimnya wirausaha muda, dan ancaman perubahan iklim. Menurut data BPS, pada 2023 terdapat 9,89 juta (22,25%) pemuda usia 15-24 tahun yang masuk kategori NEET (Not in Employment, Education, or Training). Meski turun dibanding masa pandemi, persentase ini masih lebih tinggi dari rata-rata dunia, yakni 21,6%.
Di samping itu, pertumbuhan digitalisasi juga harus sejalan dengan pengembangan ekonomi hijau, mengingat keberlanjutan lingkungan kini telah menjadi bagian penting dalam bisnis global. Youth Economic Summit 2024, yang diselenggarakan oleh CORE Indonesia dan Suara.com, bertujuan untuk mendorong generasi muda menjadi aktor utama dalam mendukung ekonomi digital yang inklusif dan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan tema pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi digital, Youth Economic Summit akan menjadi platform untuk menyatukan inovasi pemuda dalam mengatasi tantangan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari rangkaian acara Youth Economic Summit, Ruang Gagasan mengumpulkan pandangan dari kalangan muda tentang berbagai isu strategis. Mulai dari pengurangan emisi, pemberdayaan UKM, pertanian yang cerdas, pendidikan, hingga kontribusi anak muda dalam kemerdekaan Indonesia. Dari diskusi ini muncul tawaran-tawaran solusi atas problem-problem yang telah dirumuskan. Lebih jelasnya, dapat dilihat dari isi pembahasan dalam buku tipis ini.
Tentu tidak semua isu sempat didiskusikan. Masih banyak isu-isu lain yang memerlukan perhatian serius, dan sayangnya sebagian besar orang muda mengabaikannya. Namun, setidaknya terdapat 9 isu utama yang telah dibahas bersama. Kesembilan itu tersebut dipilih berdasarkan urgensi dan relevansinya bagi anak muda. Isu-isu itu juga sempat ramai di publik dan berkenaan langsung dengan hajat hidup kalangan muda. Bila tak disuarakan sejak sekarang, ke depan bakal makin problematik dan memberatkan generasi berikutnya.
Tentu pula suara-suara dari Ruang Gagasan tidak mewakili keseluruhan anak muda se-Tanah Air. Namun, rangkuman pemikiran dalam buku kecil ini setidaknya merefleksikan bagaimana generasi muda sekarang memotret persoalan dengan sudut pandang sendiri, yang mungkin berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Setidaknya pula menepis tudingan bahwa anak muda masa kini masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri, tak peduli pada permasalahan bersama.
Hasil diskusi dikemas dalam dua bentuk. Pertama, rekomendasi dalam bentuk Komunike yang disampaikan pada kegiatan puncak Youth Economic Summit 2024. Kedua, dokumen ringkasan diskusi yang dikemas dalam bentuk buku digital yang dapat diunduh secara gratis. Harapannya, suara-suara dari Ruang Gagasan ini tidak hanya berhenti di telinga publik, tetapi juga sampai ke lubuk hati para pengampu kebijakan dan pemangku kepentingan.
Atas partisipasi seluruh pihak, kami mengucapkan terima kasih.
Jakarta, 23 November 2024
Ruang Gagasan
