Responsive image

Mengapa Asing Bisa Genggam Surat Utang RI Senilai Rp 991 Triliun

Kompas | Feature | Tuesday, 13 August 2019

Kepemilikan asing pada surat utang negara atau surat berharga negara (SBN) Indonesia terus meningkat. HIngga Juli 2019, total surat utang yang digenggam asing mencapai Rp 991 triliun, atau 39 persen dari total surat utang pemerintah Rp 2.547 triliun. Mengapa hal itu bisa terjadi? Peneliti Core Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, faktor penyebab surat utang Indonesia digenggam asing adalah lantaran belum tersosialisasinya investasi surat utang di masyarakat Indonesia. 

"Pertama adalah masyarakatnya. OJK pernah survei terhadap seberapa kenal masyarakat, terhadap produk keuangan," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/7/2019). "Jadi dari survei itu terlihat bahwa yang paling besar dari masyarakat itu mengenal produk perbankan dan asuransi, paling kecil investasi dan pasar modal," sambung dia. Padahal, surat utang negara merupakan salah satu investasi yang bisa dimilki oleh masyarakat Indonesia. Caranya yakni dengan memesan surat berharga tersebut saat diterbitkan oleh pemerintah. Baca juga: Menurut OJK, Ini Alasan Investor Asing Dominan di Pasar Modal RI Di Jepang, kata dia, pertumbuhan utang negara memang cukup besar, namun dilihat dari struktur kepemilikan yang berutang itu di dalam negeri. Hal ini karena masyarakatnya lebih teredukasi produk-produk keuangan, termasuk investasi. "Jadi sosialisasi terhadap produk-produk investasi dan pasar modal relatif harus digenjot kembali agar masyarakat umum bisa tahu bahwa ada loh produk lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur keuangan di luar tabungan dan asuransi," kata dia.

Kedua, faktor penyebab asing bisa menggenggam surat utang Indonesia karena adanya masalah likuiditas di seluruh dunia. Saat ini, ucap Yusuf, ada perebutan likuiditas di pasar. Sehingga saat surat utang negara diterbitkan dengan imbal hasil yang baik dan ada risiko gagal bayar negara sangat kecil, likuiditas itu lari ke surat utang. Baca juga: Investor Asing Pemberi Pinjaman di Fintech Nasional Meningkat Dominannya asing menggenggam surat utang memiliki risiko saat terjadi migrasi modal asing ke luar negeri. Saat asing menarik modalnya dari surat utang, maka aliran dana akan keluar dan bisa menyebabkan gejolak, salah satunya yakni pelemahan rupiah karena permintaan dollar AS yang meningkat.


Sumber: Kompas.com